SEJARAH SINGKAT UPA PP

Sejarah ditulis dengan berdirinya Unit Pendukung Akademik Percetakan dan Penerbitan Universitas Riau (UPA PP) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Organisasi dan Tata Kelola Universitas Riau. UPA PP adalah salah satu Unit Pendukung Akademik di Universitas Riau yang diharapkan dapat mendukung kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Dunia pendidikan memiliki tanggung jawab dalam mempublikasi karya akademiknya melalui buku, jurnal dan produk cetak tradisional dan digital. 

Proses dan dinamika percetakan dan penerbitan buku digital di Universitas Riau diterokai oleh UPA PP dengan menunjuk Suyanto, S.Sos., M.Sc., Ph.D sebagai Kepala UPA PP  melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 2101/UN19/HK.2/2025 Tentang Pengangkatan Kepala Unit Penunjang Akademik di Lingkungan Universitas Riau Periode 2025-2029 yang bertanggung jawab dalam memberikan Layanan Percetakan, Layanan Penerbitan, layanan. Percetakan, layanan kebutuhan bahan ajar, dan pelaksanaan urusan tata usaha serta penyusunan program, anggaran

UPA PP Universitas Riau meneroka proses penerbitan dan percetakan di era digital berfokus pada adaptasi teknologi untuk memaksimalkan efisiensi, jangkauan, dan relevansi. UPA PP menggagas dan memanfaatkan kanal digital, media sosial, dan platform lainnya (e book, e journal) untuk mendistribusikan dan memasarkan karya civitas akademika ke khalayak yang lebih luas dan beragam.

Penerbitan dan percetakan memainkan peran yang sangat penting di perguruan tinggi, baik dalam bentuk tradisional maupun digital. Peran ini melampaui sekadar mencetak buku, tetapi mencakup penyebaran ilmu pengetahuan, pengembangan budaya akademik, dan peningkatan reputasi institusi. Perguruan tinggi adalah pusat karya akademik, Unit Penerbitan (UNRI Press) menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa, dan akademisi dalam bentuk jurnal ilmiah, buku, dan prosiding secara digital. Dengan menerbitkan karya-karya ini, Universtas Riau memastikan bahwa pengetahuan baru tidak hanya tersimpan di dalam kampus, tetapi juga dapat diakses dan bermanfaat bagi masyarakat luas.